Dua Warga Sawahan Tewas Dibunuh

Dua Warga Sawahan Tewas Dibunuh

Berita Sumbar InfoPadang

Diduga Dendam Rebutan Pengantaran Jenazah

Dua orang warga Sawahan tewas diduga dibunuh oleh pengemudi mobil ambulans di kawasan Sawahan Dalam III, Kecamatan Padang Timur, Senin (10/9) sekitar pukul 01.00. Belum diketahui apa motif pembunuhan tersebut, namun dugaan sementara, karena rebutan pengantaran jenazah di RSUP M. Djamil Padang.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di lapangan, korban diketahui bernama Hidayat, 32, warga dan Royal, 20. Keduanya merupakan warga Sawahan. Sampai berita ini diturunkan personel dari Satreskrim Polresta Padang masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sudah diketahui identitasnya.

Sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi, pelaku dan korban terlibat pertengkaran di lingkungan RSUP M Djamil soal pengantaran jenazah. Pertengkaran itu berlanjut hingga pelaku mengejar korban menggunakan ambulans.

Kemudian sekira pukul 01.00 antara pelaku dan korban bertemu di Jalan Sawahan Dalam III. Pelaku yang membawa ambulans jenis Minibus Grandmax warna putih bernopol BA 1061 BI itu lalu menabrakkan mobil ambulans tersebut kepada korban yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Blade warna Hitam Orange dengan Nopol BA 5267 AD. Sehingga mengakibatkan kedua korban terjatuh dari sepeda motornya.

Melihat korban terjatuh, pelaku lalu turun dari mobil dan langsung mengejar ke arah korban sambil membawa benda tajam berupa linggis. Pelaku langsung melakukan penganiayaan berat kepada kedua korban sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri. Kedua korban yang bersimbah darah dengan luka berat di bagian kepala dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum.

TF, 32, warga sekitar, mengaku mendengar suara dentuman yang cukup keras di lokasi kejadian. Ia melihat ada mobil ambulans dalam keadaan penyok. Dari mobil ambulans itu turun tiga orang dan mengarah kepada kedua korban yang ditabrak. Ia tak bisa berbuat banyak saat kejadian itu terjadi.

Warga lainnya RK, 33, mengatakan, saat keluar dari rumah, ia melihat sebuah warung habis ditabrak oleh ambulans tersebut. Kemudian salah satu penumpang ambulans membawa balok ke arah korban dan menghantamkannya. “Setelah itu penumpang ambulans pergi meninggalkan korban,” tuturnya.

Ketua RT 04, RW 05, Jalan Sawahan Dalam IV, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Efriyetti, membeberkan, saat itu terjadi keributan di sekitar kompleks rumahnya, yang dekat dari TKP. Ia ditelepon salah satu warga memberitahukan bahwa ada dua mayat di TKP, di samping rumah salah satu warga.

Sedangkan lokasi TKP dari rumahnya hanya satu blok, sekitar empat rumah. Saat dirinya di lokasi semua warga sudah ramai. “Waktu itu kira-kira 01.30. Sempat warga mendengar ada mobil ambulans lewat. Namun saat sudah di lokasi, ambulans itu sudah pergi. Saat itu saya langsung telepon  pihak kepolisian,” ceritanya.

Menurut cerita warga, mereka melihat ada lima pelaku, dua di dalam ambulans dan tiga orang yang menganiaya. “Ternyata ada CCTV di dekat TKP, pas dilihat ada lima orang di tempat kejadian. Kata warga, kasusnya sudah lama, kayak dendam, gara-gara rebutan pengantaran jenazah,” ujarnya.

Awalnya, satu korban sudah meninggal, satunya masih hidup dan sempat minta tolong. “Kata warga, satu masih hidup dan minta tolong, tapi malah dihabisi oleh pelaku,” ucapnya. Ia melanjutkan, saat ambulans menabrak sepeda motor korban, sepeda motor yang lain di sekitar TKP juga ikut tertabrak. “Untuk evakuasi, polisi datang pukul 03.00 dan jenazah langsung dibawa ambulans pukul 04.00,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polresta Padang AKP Edriyan Wiguna mengatakan, berdasarkan olah TKP terdapat kejanggalan bahwa kasus tersebut bukan merupakan laka lantas, tapi adanya unsur pembunuhan. Ditambah adanya CCTV di salah satu rumah penduduk yang berada persis dengan lokasi itu.

“Ketika kejadian, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Setelah beberapa menit kita mendapatkan informasi dari warga bahwa ada ambulans yang berlumuran darah ditemukan di kawasan Alai. Kita pun ke sana, rupanya benar di dalam ambulans tersebut ditemulan linggis dengan yang ujungnya ada bekas darah,” ungkapnya.

Setelah diketahui di mana mobil ambulans itu sehari-hari mangkal, pihaknya pun langsung mengarah ke Rumah Sakit M Djamil Padang. Menurut keterangan saksi di sana, ada cekcok antara korban dengan pelaku.

“Hari itu juga kita mendapatkan identitas ketiga pelaku. Kita pun langsung melakukan pengejaran, bahkan personel kita masih melakukan pengejaran sampai ke Pesisir Selatan. Menurut informasi pelaku lari arah ke sana. Mohon doanya agar ketiga pelaku bisa kita tangkap,” ujarnya.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustafianof menyebutkan, kejadian tersebut di luar tanggung jawab dan sepengetahuan pihak RSUP M Djamil Padang. Karena mobil maupun sopir yang diduga sebagai pelaku bukan pegawai RSUP M Djamil.

Mobil dan sopir tersebut merupakan milik pihak ketiga yang bekerja sama dengan rumah sakit dalam pengantaran jenazah. “Itu merupakan pihak ketiga yang ada MoU-nya dengan kita. Tapi mobil dan sopir bukan dari pihak RSUP M Djamil. Jadi itu murni pihak ketiga dan tidak ada hubungannya dengan rumah sakit,” jelasnya. (*)

Editor : Elsy Maisany
Sumber : padek.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *