Sandiaga Ingin Mulai Gerakan Mengaji dan Matikan TV Selepas Maghrib

Sandiaga Ingin Mulai Gerakan Mengaji dan Matikan TV Selepas Maghrib

Berita Sumbar

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengungkapkan keinginannya memulai gerakan matikan televisi dan mulai mengaji antara jam 18.00 WIB sampai 20.00 WIB.

Menurutnya, gerakan tersebut akan sangat bermanfaat khususnya untuk menumbuhkan nilai luhur pada anak-anak.

Seperti diketahui, saat ini kebanyakan tontonan televisi antara jam tersebut diisi oleh sinetron-sinetron yang tidak mendidik.

“Kita hanya bisa mengimbau alagkah baiknya kalau anak-anak bisa belajar Al-Quran mulai dari maghrib sampai Isya. Itu akan membagun kecintaan terhadap Al-Quran dan nilai-nilai luhurnya bukan hanya dibaca, tapi dimengerti dan diamalkan di dalam keseharian mereka,” ungkap Sandi usai menghadiri acara penutupan MTQ XXVII di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (23/12) malam.

Untuk itu, Sandi akan mulai menerapkan gerakan itu dari keluarganya. Ia ingin anaknya yang saat ini berusia enam tahun, Sulaiman mulai mengaji dan melepas ketergantungan teknologi.

“Saya pengen Sulaiman paling enggak seminggu sekali antara jam 6-jam 8 enggak boleh pegang iPad, nggak boleh pegang HP, nggak boleh nonton TV, dan mulai mengaji, dan mengerti apa yang dia baca,” tambah Sandi.

Kendati demikian, Sandi belum terpikir untuk menuangkan imbauan tersebut secara resmi dalam surat edaran, menurutnya gerakan grass root akan jauh lebih efektif.

“Di lini-lini akar rumput kalau ada gerakan dengan memberikan contoh yang baik itu akan jauh lebih efektif daripada surat edaran,” pungkasnya.

Sumber : swamedium.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *