5 Destinasi Terbaik di Agam Timur yang Pantas Dikunjungi

5 Destinasi Terbaik di Agam Timur yang Pantas Dikunjungi

Wisata & Kuliner

Kabupaten Agam- Sumbar, punya banyak sekali daerah tujuan wisata yang memukau, terutama di wilayah Agam Bagian Timur.

KLIKPOSITIF memilih 5 diantaranya sebagai objek yang sangat pantas dikunjungi saat berlibur, dengan kriteria pemandangan memikat serta gampang ditempuh.

Berikut daftarnya:

1. Air Terjun Baso Sungai Sariak

Air terjun ini berada di Jorong Sungai Sariak, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso dan merupakan air terjun paling mudah dijangkau sebab lokasinya berjarak 10 menit perjalanan kaki dari pemukiman terdekat. Lokasinya sekitar 3 kilometer dari Jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh.

Air terjun ini cukup rendah, dengan ketinggian berkisar 15-20 meter dan punya pesona berupa tebing batu berwarna putih, sangat menggoda sehingga direkomendasikan untuk dikunjungi.

Diantara tebing itu, air mengalir lewat celah-celah batu sehingga membentuk semacam selokan sehingga curah airnya tak langsung menghunjam, cocok untuk mandi-mandi di bawahnya.

2. Panorama Taman Raya Balingka

Destinasi ini terletak di sebuah bukit di Jorong Subarang, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto. Dahulunya dekade 90-an, kawasan ini sempat populer namun kemudian “terkubur”. Tahun 2016, objek ini kembali menggeliat dan menjadi salah daya tarik sebab pemandangan alamnya sangat indah.

Di sini, kita bisa melihat pemandangan lepas berupa lekukan tebing Ngarai Sianok yang berbalut padatnya Kota Bukittinggi. Pemandangan kita akan berakhir di hijaunya Bukit Barisan Kamang. Dari arah berlawanan, kita juga bisa melihat rimbunnya hutan gunung Singgalang. Jadi, objek ini punya dua sisi yang bisa pandang secara bebas dari arah utara dan selatan.

Cukup gampang mengunjungi objek ini, sebab lokasinya berada 2 kilometer dari Jalan Raya Bukittinggi-Maninjau dan bisa ditempuh dengan roda dua maupun empat, namun disarankan menggunakan roda dua sebab 500 meter jelang lokasi jalannya relatif menanjak dan belum beraspal.

3. Luak Gadang

Objek ketiga yang pantas dikunjungi, adalah Luak Gadang Bukik Baka Park di Jorong Guguak Rang Pisang, Nagari Kamang Ilia, Kecamatan Kamang Magek. Berjarak sekitar 15 kilometer dari Bukittinggi, bisa ditempuh dengan roda dua maupun empat dengan kondisi jalan aspal mulus.

Objek ini berupa dua buah kolam seukuran lapangan futsal yang dibagi lewat sebuah jalan bercor semen dengan ukuran satu meter.

Hawanya sangat sejuk sebab berbatasan dengan mulut rimba. Objek ini terletak di bawah sebuah bukit dengan batuan berbentuk cantik.

Di sini, kita bisa bersampan mengelilingi kolam sembari berselfie. Yang paling mengesankan dari objek ini, pengelolaannya sangat profesional. Pengunjung hanya perlu membayar sekedarnya dan gratis tempat parkir.

4. Masjid Raya Bingkudu

Objek yang satu ini merupakan kawasan wisata religi, berdiri sejak 1823 masehi. Saat gerakan Paderi mencapai puncaknya. Lokasinya berada di Jorong Bingkudu, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, bisa ditempuh roda dua maupun empat.

Bentuk bangunannya sangat unik, atapnya menjulang ke langit bertingkat tiga. Tinggi dari tanah ke puncak mencapai 26 meter, hampir setinggi Jam Gadang.

Lokasinya cenderung tersembunyi sehingga terasa sangat sakral.

Jika ingin melihat Masjid kuno berikut peralatan antik zaman lampau, masjid inilah yang pantas dikunjungi.

5.Panorama Ikua Tanjuang.

Ini merupakan salah satu destinasi terbaik yang sangat direkomendasikan dikunjungi. Namanya Panorama Ikua Tanjuang, berada di sebuah bukit di Jorong Sutijo, Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto.

Pemandangannya betul-betul memukau, Ngarai Sianok tergambar dari sudut tak biasa, suara debur Sungai Batang Sianok yang mengalir di bawahnya membuat damai ditambah dengan kicauan burung.

Pagi hari, merupakan waktu terbaik mengunjungi kawasan ini sebab kita akan melihat kabut-kabut tipis berarak dari Ngarai Sianok maupun dari Tabiang Takuruang.

Lokasi terbaik ini bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat, anda harus masuk dari kawasan Taruko, ikuti jalan tersebut hingga berakhir di sebuah perkampungan. Selanjutnya kita diharuskan menempuh perjalanan kaki melintasi areal persawahan sebelum bertemu dengan objek luar biasa ini.

[Hatta Rizal]

Oleh Rezka Delpiera

Sumber : pariwisata.m.klikpositif.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *