Pelaku Pungli di Teluk Bayur Diciduk Polisi, Modusnya Jual Sabun

Berita Sumbar InfoPadang

Tim Saber Pungli Kota Padang melalui Unit VI Sat Reskrim Polresta Padang menangkap delapan orang yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di kawasan Teluk Bayur, Padang, Jumat (3/8).

“Berawal dari pengaduan masyarakat bahwa telah terjadi praktik pungli di lingkungan Pelabuhan Teluk Bayur yang dilakukan oleh preman dan oknum security terhadap sopir truk tangki bermuatan CPO yang masuk ke lingkungan Teluk Bayur,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Edriyan Wiguna.

Ia mengutarakan, pihaknya menangkap kedelapan orang itu di PT Wilmar Nabati Indonesia dan PT Asianagro Agung Jaya.

“Berdasarkan informasi, mereka melakukan pungli tersebut berdalih untuk biaya dongkrak, antre, parkir, upah bongkar, serta fasilitas air mineral dan sabun cuci. Namun, harga jual barang-barang tersebut tidak wajar,” tutur Edriyan.

Ketika ditangkap, kata Edriyan, beberapa orang di antara mereka mengaku telah melakukan pungli, sedangkan sebagian lagi membantah. Namun, mereka tetap dibawa ke Mapolresta Padang untuk diselidiki.

Pada penangkapan itu, polisi juga menangkap seorang petugas keamanan salah satu PT (anggota satpam). Edriyan mengatakan, pihaknya menangkap petugas keamanan itu untuk diperiksa karena mencurigai gerak geriknya. Ketika petugas itu digeledah, polisi menemukan sejumlah uang yang diduga kuat hasil pungli.

Selain menangkap delapan orang itu, polisi menyita uang tunai senilai Rp11.950.000 sebagai barang bukti yang diduga hasil pungli.

Ia mengatakan, modus yang dilakukannya yakni setiap kendaraan yang masuk ke pelabuhan harus antre. Lalu di saat itulah mereka memungut uang dengan berbagai cara, mulai dari mejual sabu, hingga sewa dongkrak.

“Modus yang kedua mereka menyediakan sabun dan minuman, dongkrak, tarifnya beragam dari Rp30.000 sampai Rp 135.000,” ujar Kapolres.(h/mg-rei)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *