Telaga Dewi, Surga Tersembunyi di Puncak Gunung Singgalang

Telaga Dewi, Surga Tersembunyi di Puncak Gunung Singgalang

Wisata & Kuliner

Saya sangat beruntung saat mendaki gunung Singgalang kali ini. Cuaca begitu cerah. Mulai mendaki Sabtu (3/9/2016) pagi hingga Minggu (4/9/2016) siang cuaca sangat bersahabat.

Pagi di Telaga Dewi (dokpri)

Hanya saat cuaca cerah demikian keindahan Telaga Dewi di puncak gunung Singgalang dapat benar-benar dinikmati. Tiap sudut telaga nampak sangat memukau. Secara keseluruhan indah dan hening.

Air telaga nampak berwarna sedikit kecoklatan. Namun saat cuaca cerah begini maka saat dipotret permukaan telaga nampak berwarna biru, karena pantulan warna langit. Jadi semua foto di sini adalah asli, tidak diedit.

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Di area sekitaran puncak gunung Singgalang ada dua telaga: Telaga Dewi dan Telaga Kumbang. Telaga Dewi yang paling besar dan paling umum didatangi pendaki. Sekeliling Telaga Dewi biasa dijadikan area mendirikan tenda para pendaki, kecuali bagian Utara.

Gunung Singgalang merupakan salah satu dari tiga gunung yang berdekatan sehingga biasa disebut Tri Arga: Marapi, Singgalang dan Tandikek. Marapi diantara yang paling umum didaki orang.

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Sementara gunung Singgalang tidak terlalu banyak pendaki sekalipun di akhir minggu. Trek yang berat membuat orang berpikir dua kali untuk mendaki gunung ini, sekalipun pemandangannya sangat indah.

Sekalipun ketinggian gunung Singgalang “hanya” 2.877 mdpl, namun trek untuk mencapai puncak cukup berat. Tidak kalah berat dibandingkan trek pendakian gunung Kerinci, hanya saja jaraknya lebih dekat.

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Mulai titik awal pendakian di Kenagarian Pandai Sikek, Kecamata Sepuluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Propinsi Sumatera Barat, para pendaki sudah dihadapkan pada tanjakan terjal dengan trek yang ditutupi rumput riang-riang atau Pimping (Themeda gigantea).

Tak kurang sekitar satu jam berjalan di tanjakan yang ditutupi tumbuhan Pimping seperti gambar di bawah ini. Terpaksa berjalan merunduk. Tas keril yang terlalu tinggi akan sangat menyulitkan karena suka tersangkut. Asli menyusahkan.

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Setelah melewati hutan Pimping sampailah pintu rimba. Trek terus menanjak nyaris tidak ada bonus datar. Separuh perjalanan diwarnai trek berupa tanah yang licin. Separuh sisanya trek berupa akar-akar kayu.

Setelah sampai trek berupa cadas artinya sekitar setengah sampai satu jam lagi sampai di Telaga Dewi. Jalan akan diwarnai tanjakan cukup terjal. Setelahnya ketemu jalan mendatar berupa rawa-rawa. Hingga akhirnya tiba di Telaga Dewi.

Koleksi Pribadi

Segera mendirikan tenda di tepian telaga ini. Membuka pintu tenda dan menikmati lanskap telaga yang permai sambil menikmati cemilan dan obrolan dengan sesama pendaki.

Jika hari cukup cerah dan air telaga tenang akan nampak ikan yang cukup banyak. Telaga Dewi dengan ikan-ikan warna warni seperti sebuah akuarium raksasa!

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Bagi para pendaki dari luar kota, dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), akses untuk menuju Telaga Dewi di puncak gunung Singgalang dengan mengikuti jalan Padang-Bukittinggi. Banyak transportasi umum dengan ongkos sekitar Rp20.000 dari Simpang Duku BIM.

Berhenti di depan gerbang masuk ke Kenagarian Pandai Sikek, sekitar 50 meter sebelum Pasar Koto Baru. Ikuti jalannya dengan berjalan kaki atau naik ojek. Nanti akan ketemu simpang ke kanan yang ada plang pemberitahuan belok kanan pendaftaran pendakian gunung Singgalang. Sekitar setengah jam setelahnya sampai di titik awal pendakian

Sumber : kompasiana.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *