Ombudsman: Venue Asian Games Masih Banyak Kekurangan

Ombudsman: Venue Asian Games Masih Banyak Kekurangan

Olah Raga

Ombudsman RI menilai, venue ajang olahraga Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang mulai Agustus nanti masih banyak kekurangan.

Hal itu disimpulkan lembaga pemantau tersebut saat survei yang dilakukan sejak 30 Juni hingga 1 Juli 2018 lalu. Survei ini fokus dilakukan pada sektor pelayanan, sarana dan prasarana publik di setiap venue.

Secara keseluruhan, ada 24 venue yang dipantau oleh Ombudsman, dan dari hasil pantauan tersebut, Komisaris Ombudsman Adrianus Mejala mengatakan pihaknya menemukan beberapa temuan.

Salah satunya yang paling penting adalah bangunan yang memiliki konsep pengembangan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Dari 24 lokasi yang dinilai, sebanyak 14 lokasi tidak menyediakan tempat duduk pengunjung berkebutuhan khusus, hanya 6 lokasi yang akan menyediakan, dan 4 lokasi sudah menyediakan.

“Selain itu, Ombudsman juga menemukan sebagian besar lokasi tidak ada pintu keluar darurat atau baru akan mengadakannya dalam waktu dekat,” katanya dikutip dari Suara.com-jaringan Klikpositif.com.

a menyebutkan, jika pintu keluar darurat baru ada di 7 lokasi, 2 baru akan diadakan, dan 15 lokasi tidak ada pintu keluar darurat. Dari aspek penyediaan rambu keselamatan, baru tersedia di 7 lokasi, baru akan diadakan di 5 lokasi, dan 12 lokasi tidak memiliki rambu keselamatan.

Jadi, terdapat 12 kesimpulan yang di terima dari seluruh hasil survei tersebut. Pertama ialah sejumlah besar pembangunan sarana dan prasarana untuk pengunjung siap digunakan.

Akan tetapi, penambahan dan penyempurnaan mengakibatkan sarana prasarana publik yang akan digunakan terkesan lambat, dan sangat mepet dengan acara Asian Games.

Kedua, venue dengan sarananya secara umum masih memiliki konsep pembangunan yang tidak ramah bagi penyandang berkebutuhan khusus.

Sebanyak 14 venue tidak menyediakan tempat duduk pengunjung berkebutuhan khusus, 6 venue menyediakan, dan 4 venue sudah menyediakan.

Ketiga, belum terpasang papan informasi dan penunjuk arah lokasi venue dengan bilingual. “Hanya berupa piktogram, akan membuat pengunjung asing yang tidak paham pictogram bingung,” ujar dia.

Ke empat, transportasi yang terintegrasi yang sudah tersedia, yakni akan disediakan INASGOC berupa bus TransJakarta/Golf car.

“Akan tetapi belum terlihat hal demikian untuk venue di luar kawasan GBK. Misalnya Pulomas, GOR Bulungan, TMII, Velodrome,” papar Adrianus.

Lima, water fountain atau tap water kondisinya sudah strategis dan mudah diakses. dari segi hiegenitas menjadi pertanyaan Jika tidak, pengguna venue akan terkena wabah penyakit.

Keenam, Belum ada sarana pengukur kepuasan pengunjung di seluruh venue yakni pada 24 lokasi. Sebanyak 20 venue tidak memiliki sarana pengukur kepuasan pengunjung.

Ketujuh, untuk pertandingan pada malam hari sudah ada penerangan disejumlah besar venue. Akan tetapi, penerangan jalan atau sekitar venue pada malam hari penting juga.

Kedelapan, sebagian besar venue tidak ada emergency exit atau baru akan mengadakan dalam waktu dekat.

“Hal ini akan menjadi pertanyaan dari pihak lain, karena emergency exit ini sangat vital keberadaannya. Emergency exit baru ada venue, 2 baru akan ada, dan pada 15 lokasi venue tidak ada emergency exitnya,” sebut dia.

Sembilan, baru 11 venue yang akan mengadakan klinik kesehatan, 4 venue tidak memiliki, dan 9 venue yang sudah menyediakan klinik kesehatan. Kemudian hanya 3 venue yang sudah menyiapkan ambulance dan petugasnya, 3 venue yang tidak memiliki, dan sisanya 18 venue baru akan mengadakan.

Kesepuluh, Stadium Control Room dan petugasnya didapati baru 12 venue yang menyediakan, 2 venue akan mengadakan, dan 10 venue tidak ada stadium control room.

Kesebelas, penyediaan rambu keselamatan di seluruh venue belum mendapatkan perhatian. pada 7 venue, akan diadakan oleh 5 venue, dan 12 “Dan yang terakhir, diperlukan ruang ibadah yang layak, aksesibel, nyaman, aman, dan sesuai standar internasional. Memisahkan pengunjung pria dan wanita untuk ruang ibadahnya dan untuk mengambil air wudhu. Menjadi pertanyaan apakah fasilitas ruang ibadah ini juga telah memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas. Sudah tersedia di 17 venue, dan 7 venue yang tidak ada,” jelasnya kemudian,

Oleh Ocky Anugrah Mahesa

Sumber : olahraga.klikpositif.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *