Hoax Berujung Maut, WhatsApp Batasi Kiriman Pesan Berantai

Hoax Berujung Maut, WhatsApp Batasi Kiriman Pesan Berantai

Autotekno

Guna menanggulangi berita palsu atau hoax dan provokasi yang banyak beredar di WhatsApp, platform tersebut saat ini membatasi kiriman pesan berantai secara global. WhatsApp hanya mengizinkan maksimal berkirim pesan berantai untuk ke-20 orang saja.

Layanan yang bernaung di bawah bendera Facebook ini, tengah melakukan upaya keras memberantas virus hoax. Khusus di India, di mana marak terjadi kasus kematian akibat hoax yang beredar di WhatsApp, hanya boleh meneruskan pesan maksimal lima kali.

Kepala Kebijakan Publik WhatsApp, Carl Woog mengatakan, India menjadi negara terbanyak yang hobi meneruskan pesan berantai dibandingkan dengan seluruh negara di dunia.

“Pesan berantai ini berbagai macam. Ada pesan, foto, dan video,” ungkap Woog, seperti dikutip dari situs The Guardian, Selasa 24 Juli 2018.

Ia juga mengaku telah menghapus fitur Quick Forward yang sebelumnya berada di samping foto atau video sebagai uji coba dari pembatasan kirim pesan berantai sebanyak lima kali di India.

Langkah ini merupakan salah satu perubahan besar yang dilakukan WhatsApp yang saat ini memiliki pengguna lebih dari 1,5 miliar di dunia untuk menghindari berita-berita hoax dan kepentingan politik.

“Kami percaya bahwa perubahan ini akan terus kami evaluasi dan membantu menjaga WhatsApp, seperti apa yang dirancang untuk menjadi aplikasi perpesanan pribadi,” tutur Woog.

Sumber : viva.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *