Facebook Selidiki Firma Data Crimson Hexagon

Autotekno

Facebook menyatakan menangguhkan kerjasamanya dengan firma analisis data Crimson Hexagon yang berbasis di Boston, hingga dapat memastikan cara perusahaan itu mengumpulkan serta berbagi data pengguna Facebook dan Instagram.

Facebook mengumumkan hal itu hari Jumat (20/7).

The Wall Street Journal, media pertama yang melaporkan penangguhan tersebut dan menyatakan salah satu klien Crimson Hexagon adalah sebuah LSM Rusia yang punya hubungan dengan Kremlin.

Facebook menyatakan Crimson Hexagon bersikap kooperatif dalam investigasi itu dan tidak ada bukti bahwa Crimson Hexagon mendapatkan informasi Facebook atau Instagram secara tidak sepatutnya.

“Kami tidak mengizinkan para developer membuat perangkat pengintai dengan menggunakan informasi dari Facebook atau Instagram,” sebut Facebook dalam sebuah pernyataan hari Jumat. “Kami menganggap tuduhan ini serius dan telah membekukan aplikasi ini sambil melakukan penyelidikan.”

Chris Bingham, pejabat tertinggi bidang teknologi Crimson Hexagon menyebutkan dalam sebuah blog hari Jumat (20/7), bahwa perusahaannya hanya “mengumpulkan data media sosial yang tersedia secara terbuka yang dapat diakses setiap orang.”

Ia menambahkan, “Entitas pemerintah yang memanfaatkan platform Crimson Hexagon melakukannya untuk alasan yang sama seperti alasan banyak pelanggan non-pemerintah lainnya: suatu pemahaman menyeluruh dan luas mengenai persepsi, preferensi dan sentimen masyarakat terhadap hal-hal yang menjadi perhatian mereka.”

Awal tahun ini terungkap bahwa perusahaan riset data Cambridge Analytica memperoleh data dari jutaan pengguna Facebook secara tidak patut.

sumber : voaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *