Friday, September 21, 2018
Auto Draft 15

6.346 calon haji bakal terbang ke Tanah Suci melalui Embarkasi Padang

Berita Sumbar
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, Sumatera Barat akan memberangkatkan 6.346 calon haji pada musim haji 2018 terdiri atas 17 kelompok terbang.

“Hingga saat ini persiapan sudah tuntas, pada 16 Juli kloter pertama akan masuk asrama haji dan berangkat ke Tanah Suci pada 17 Juli,” kata Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Irwan di Padang, Kamis.

Ia merinci dari 6.346 calon haji tersebut terdiri atas 4.613 calon haji asal Sumbar, 1.653 dari Bengkulu didampingi 80 petugas haji.

” Untuk kloter satu hingga 16 berasal dari Embarkasi Padang dan kloter 17 digabung antara Sumbar dengan Balikpapan,” kata dia.

Irwan menyampaikan pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji tahun ini.

Pada 2017 indeks kepuasan jamaah terhadap pelayanan mencapai 84 persen, tahun ini kami targetkan lebih baik lagi, katanya.

Ia menyampaikan seluruh calon haji sebelum berangkat akan diinapkan di Asrama Haji Tabing Padang kecuali dari Bengkulu.

“Untuk Bengkulu hanya singgah di Bandara Internasional Minangkabau dan langsung naik pesawat haji ke Tanah Suci,” katanya.

Sementara jamaah asal Sumbar tiba di Asrama Haji akan menjalami pemeriksaan kesehatan, pembagian biaya hidup, pemeriksaan dokumen terakhir hingga pembagian boarding pass pesawat.

“Jadi sebelum meninggalkan Asrama Haji statusnya sudah clear dan tinggal naik pesawat,” katanya.

Ia juga mengingatkan calon jamaah haji agar memastikan barang bawaan tidak lebih dari 32 kilogram menghindari kelebihan beban saat akan menaiki pesawat udara.

Menurut dia, barang bawaan calon haji yang dibolehkan terdiri atas dua jenis yaitu satu koper dengan berat maksimal 32 kilogram dan satu tas tenteng dengan berat maksimal tujuh kilogram.

Ia mengatakan pembatasan barang bawaan calon jamaah haji dengan pertimbangannya daya angkut pesawat untuk keselamatan penerbangan.

Begitu juga saat hendak kembali dari Mekkah berat barang jamaah yang diperkenankan maksimal tetap 32 kilogram.

Jika ternyata barang bawaan jamaah berlebih maka akan dilakukan penyitaan terutama saat kepulangan, oleh sebab itu panitia tidak bertanggung jawab karena telah mengingatkan, kata dia

Ia juga mengingatkan agar jamaah tidak membawa barang-barang yang dilarang ke kabin pesawat sesuai dengan aturan penerbangan seperti silet, gunting, pisau, dan korek api. (*)

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor: Joko Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *