Pemandian Mato Aie Paninggahan Kabupaten Solok

Pemandian Mato Aie Paninggahan Kabupaten Solok

Wisata & Kuliner

Terlepas dari potensi wisata lima danau yang digadang-gadang sebagai wisata unggulan, kabupaten Solok masih memiliki segudang destinasi wisata lainnya, salah satunya adalah pemandian alami Mato Aie di kawasan Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjuang Sirih.

Berlatar pemandangan alam yang masih terbilang asri, berenang di kawasan Pemandian Mato Aie Paninggahan yang persisnya berada di jorong Kotobaru Tambak itu, menawarkan relaksasi bagi setiap pengunjung yang menceburkan diri di sana. Air nan jernih dan sejuk menjadi pelepas penat dari rutinitas kerja.

Berjarak sekitar 25 kilometer lebih dari Kota Solok, pengunjung akan disuguhi nuansa lukisan alam nan elok. Mulai dari hamparan sawah, Danau Singkarak hingga gugusan Bukit Barisan yang kokoh memagar wilayah Kabupaten Solok.

Untuk bisa sampai di kawasan Pemandian Mato Aie Paninggahan, pengunjung bisa mengakses jalan lintas menuju Pasar Sumani. Dari sana, perjalanan dilanjutkan ke arah Saniang Baka dan Muaro Pingai dan sampailah ke Nagari Paninggahan. Dari pusat nagari, hanya butuh sekitar 15 menit ke lokasi pemandian.

Untuk bisa merasakan sensasi berenang di kawasan pemandian, setiap pengunjung hanya dipungut biaya sebesar 3 ribu Rupiah. Bagi yang tidak bisa berenang, wisata yang dikelola masyarakat itu menyediakan jasa penyewaan benen besar sebagai pelampung. Cuma perlu 2 ribu Rupiah untuk memakai sepuasnya.

Pemandian alami Mato Aie ini berbentuk dua kolam besar. Satunya memiliki kedalaman sekitar 3 meter dan satunya lagi memang sedikit dangkal, sebagai wahana pemandian untuk anak-anak. Jernihnya air membuat dasar kolam yang terdiri dari bebatuan dan pasir bisa dilihat dengan jelas.

Pada bagian pinggir salah satu kolam pemandian, tumbuh sebatang pohon besar sejenis Pinus. Dari ukuran dan tingginya, pohon tersebut sudah berumur lanjut. Cabang pohon kerap dimanfaatkan anak-anak untuk lokasi terjun ke dalam kolam.

Di tengah kolam juga terdapat onggokan bebatuan yang menjulur ke permukaan. Cukup luas untuk sebagai tempat istirahat anak-anak dan pengunjung ketika jeda berenang.

Menurut pengelola, Nazar, pemandian tersebut sudah ada sejak tahun 90-an silam. Kala itu, banyak masyarakat setempat dan daerah lain yang memang sengaja datang untuk berenang. Sejak saat itu, masyarakat setempat mengelola lokasi pemandian sebagai objek wisata.

“Kalau yang paling ramai datang pengunjung ketika masa liburan, terutama libur lebaran, ramai masyarakat dari luar daerah dan perantau yang mandi disini,” Papar Nazar.

Diceritakan Nazar, biasanya tempat tersebut selain sebagai tempat wisata pemandian, juga dimanfaatkan untuk lokasi Balimau jelang masuk bukan puasa. Bahkan bisa ribuan orang pengunjung yang datang.

Untuk soal makanan, pengunjung tak usah khawatir. Masyarakat setempat juga banyak yang berjualan makanan dan minuman sederhana dengan harga yang terjangkau. Harga murah dan standar sengaja dipertahankan untuk menjaga kenyamanan pengunjung.

“Kita ingin, setiap pengunjung bisa merasakan kenyamanan dan keamanan dari tempat wisata ini. Makanya kami selalu menjaga kawasan pemandian agar tetap asri dan makanan yang dijual tidak memberatkan pengunjung,” ulasnya.

Air Pemandian Mato Aie Paninggahan bersumber dari kawasan lereng bukit barisan. Di sana, ada mata air yang cukup besar dan airnya tak pernah habis. Diperkirakan, sekitaran 6 ribu liter air mengalir dalam setiap jamnya.

“Jadi memang betul-betul airnya lansung dari alam dan pastinya sangat sejuk dan bersih,” tutupnya sambil menunjuk kolam yang memang sangat jernih

sumber : klikpisitif.com

oleh Iwan R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *