70 Juta Akun Nakal Dibekukan Twitter

70 Juta Akun Nakal Dibekukan Twitter

Autotekno

Twitter melakukan ‘bersih-bersih’ akun nakal. Hal ini guna menangkal informasi palsu yang beredar di linimassa Twitter. Media jejaring sosial itu dilaporkan menangguhkan 70 juta akun palsu selama Mei hingga Juni 2018. Bahkan perusahaan tersebut membersihkan lebih banyak bot daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman TheWashingtonPost, Minggu (8/7), pembersihan terhadap pengguna palsu ini untuk mengurangi dampak kesalahan informasi. Pasalnya, akun-akun yang dibekukan Twitter berpotensi membawa dampak buruk bagi pengguna lainnya.

VP Trust and Safety Twitter mengatakan bahwa akun-akun itu tidak men-tweet secara teratur. Pembekuan 70 juta pengguna di seluruh dunia oleh Twitter masih terdengar seperti pukulan bagi perusahaan yang berjuang untuk meningkatkan basis penggunanya.

Kendati begitu, ‘pemecatan’ yang diduga bodong dan mungkin dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab itu sesuai dengan dampak positif yang akan diterima pengguna aktif lainnya.

Sumber mengatakan bahwa ada debat internal yang alot mengenai keputusan untuk menargetkan akun palsu di Twitter. Kabarnya, itu adalah tekanan politik setelah Kongres memanggang perusahaan pada litani rekening palsu yang dikendalikan Rusia. Hal ini mendorong Twitter untuk mengejar tindakan lebih agresif untuk membatasi bot di platformnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Twitter memang tengah memerangi spam dan bot berbahaya dalam skala besar. Salah satu caranya adalah dengan mengutamakan sikap proaktif untuk mengidentifikasi akun dan perilaku bermasalah. Langkah ini dinilai lebih menguntungkan ketimbang menunggu sampai menerima laporan dari pengguna.

Dalam strateginya, Twitter berfokus pada pengembangan perangkat machine learning yang mampu mengidentifikasi dan mengatasi jaringan akun. Termasuk dalam kategori spam dan bot secara otomatis. “Ini membantu mengatasi upaya memanipulasi percakapan di Twitter dalam skala besar, lintas bahasa, dan zona waktu, tanpa mengandalkan laporan semata,” tulis Twitter dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Jumat (29/6).

Selama Mei 2018, sistem Twitter berhasil mengidentifikasi lebih dari 9,9 juta akun spam atau bot per minggunya. Angka itu naik dari 6,4 juta pada Desember 2017 dan 3,2 juta pada September di tahun yang sama. Berkat peningkatan teknologi dan proses selama setahun terakhir, Twitter kini bisa menghapus 214 persen lebih banyak akun yang melanggar kebijakan mengenai spam dari tahun ke tahun.

Pada waktu yang bersamaan, jumlah rata-rata angka laporan terkait spam yang diterima melalui sistem pelaporan Twitter terus menurun. Dari rata-rata 25 ribu per hari pada Maret ke angka sekitar 17 ribu per harinya selama Mei 2018. Terdapat penurunan sebanyak 10 persen pada laporan terkait spam. Penurunan jumlah laporan ini menandakan bahwa pengguna menghadapi lebih sedikit spam di linimassa, fitur penelusuran, dan seluruh produk Twitter.

sumber : jawapos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *